Harus mulai dari mana?
Yah, pertanyaan ini tiba-tiba saja
muncul dikepalaku. Bagaimana caranya mengungkapkan rasa kekagumanku
padanya. Hanya bisa memandangnya dari jauh, yaaaaah,, mungkin jantungku
berdebar-debar jika aku tiba-tiba saja berpapasan dengannya. Mungkin
semua orang seperti itu jika sedang jatuh cinta,, hehehe,,
Awal
mula aku mengenalnya semenjak aku bekerja sebagai staff di sebuah
perusahaan pertambangan di kotaku. Dengan tekad yang bulat, aku harus
tinggal di mess dengan anak-anak perempuan yang lain. Sebagian besar
waktuku dihabiskan dsana, hanya hari Sabtu dan Minggu aku baru bisa
balik ke kota asalku. Hfffft,,, berat rasanya harus jauh dari
keluargaku, apalagi sebagai bungsu, aku terbiasa dengan segala
sesuatunya sudah siap tersedia sekarang aku harus bisa hidup mandiri.
Fightiiing…. >: )
Dan, akupun untuk pertama kali melihat
dirinya. Ketika aku sedang makan siang di kantin. Jantungku seperti
biasa berdegup dengan kencangnya. Yaah.. mudahan saja temanku yang ada
disampingku tak merasakannya. Aku pun berusaha untuk tenang dan tak
terlihat canggung. Aku harus bisa menjaga perasaan ini, karena aku
tidak mau semua teman kerjaku mengetahuinya. Haaaah,, bisa jadi
bulan-bulanan aku dengan mereka..
ckckckkck…
Rasanya seperti lilin yang meleleh (huaaaaa, gedabruuuk!!!!)
Cara
jalannya, penampilannya, wajahnya, mungkin menurut orang lain biasa
saja. Tapi menurutku, dia istimewa. Karena aku pun menganggapnya biasa
saja. Tapi hatiku berkata lain,,, (gedabruuuk,, ) sebenarnya aku ingin
bilang,, kalau aku menyukainya apa adanya… plok plok plok plok….. :D
Suatu malam ketika aku sedang bersantai sambil menonton TV dengan teman satu mess ku, Lidya, aku ungkapkan segalanya.
“Ada deh pokoknya… “ jawabku setelah diberondong dengan berbagai pertanyaan investigasi dari Lidya
“Satu
aja deh Alba clue nya, mmmmmh,,, dia naik bis atau bawa mobil? Dari
departemen apa? Huruf depannyaaaaaa aja,,, mmmmhhh,,, pakai sepatu atau
lebih sering pakai sandal? Ayolah Albaaa,, kasih tahu namanya, jadi
aku bisa cari tahu, dia sudah merried atau belum, nanti kan buat kamu
juga,, hehehe” ujar Lidya sambil tertawa. Haaaaaah…. Maaf Lidya,,, ingin
rasanya memberitahumu. Tapi aku pun terlalu takut dengan kenyataan….
Kenyataannya,
aku pun belum pernah bertegur sapa dengannya. Atau mungkin dia sudah
memiliki kekasih disana yang sangat dicintainya. Yaaaah,,, sekali lagi
aku hanya bisa memandangnya dari jauh. Dengan melihat wajahnya saja,
sudah membuat hatiku teduh. Sudah lama aku tidak merasakan hal ini.
Yang ada hanya seperti biasa, tidak ada yang istimewa. Hanya berlalu
begitu saja. Dan pada akhirnya aku tak mengungkapkan segalanya.
Satu
hal yang pasti, aku tidak merasa sedih dengan perasaanku yang tidak
jelas ini. Dibilang kasihan juga bisa, tapi tidak terlalu kasihan juga.
Yaaah.. sedang-sedang saja. Karena, perasaan ini membahagiakanku. Dia
sudah membuat hidupku lebih bersemangat. Dia yang sudah membuatku
tersenyum sendiri (mudahan g’gila, xixixi). Segalanya lebih terasa
berwarna sekarang.
Aku pernah kutip satu puisi indah yang
menyentuh jiwa. Dimana, cinta itu tidak harus selalu memiliki. Cinta
yang tulus akan selalu bahagia walaupun tersakiti. Akan selalu
mendoakan yang terbaik untuk orang yang terkasih. Yaaah… dari Lidya aku
petik satu kalimat cantik… apa yaaah,, aku juga lupa,, heee,,
intinya,, Ikhlas.
Aku mengenalmu lewat jiwa
Bukan lewat mata
Aku menjadikanmu kekasih lewat hati
Ku tak tahu…
Seperti apa aku dalam pandanganmu
Selayak apa aku dalam kehidupanmu
Tapi yang aku tahu
Meski dengan keterbatasanku
Berbalut kekuranganku
Aku menulis namamu dihatiku
Sejak awal kita bertemu
Dan takkan pernah terganti
Apa lagi terhapus…
Cuteki cute & kawaii
Curahan Hati Gadis Galau . .
05.04 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










0 komentar:
Posting Komentar