“SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU”
Entah sampai kapan aku harus mengingat-ingat kebersamaan yang telah kita lewati.Bagiku,perpisahan harus ada di dunia ini.Agar semua orang tidak selalu tersenyum,agar setiap orang bisa mengerti betapa berharganya waktu yang telah kita lewati.Agar air mata yang diciptakan tidak sia-sia.Terlalu sombong untuk keluarkan air mata hanyalah seorang pengecut yang tidak berani menghadapi kenyataan.Tanpa air mata,?!hey,,sadar,,kaki kita masih memijak bumi,langit masih ada di atas kepala kita.Kita bukan sedang berada di surga.Ketika seseorang meneteskan air matanya,entah karena bahagia atau sedih sekalipun,karena buat aku air mata adalah bukti ketulusan.
Saat mentari pagi mulai menyapa,aku sedang berjalan kearah luar gang rumahku menuju sekolah. Tetapi sebelum aku berangkat kesekolah, aku harus menunggu Vieza yang sedang menuju kearah depan gang rumahku. Kulihat kedepan sana tetapi tidak seorangpun tampak, ketika aku sedang menunggu Vieza, aku melihat dua orang teman sekelasku berjalan kearahku. Ya… itu Faza dan Fara .
“ Hey Nad… kamu koq belum berangkat sekolah seh?!! “ Tanya Faza kepadaku.
“ owh iya neh aku sedang menunggu Vieza. “ Jawabku.
“ ohh kamu sedang menunggu Vieza, tapi Nad 10 menit lagi sekolah masuk tau!! Kamu ga takut telat??? “ Tanya Fara kepadaku.
“ ya udah kalau gitu kita berangkat sekolah bareng ya?!! “ pintaku kepada Faza dan Fara. Merekapun mengiyakan ajakanku dan segera melangkahkan kaki untuk menaiki angkutan umum yang akan mengantarkan kami kesekolah.
****
****
NADIAAA…!!! “ teriak Vieza sambil melangkahkan kaki dengan cepat kearahku.
“ Eh… Vieza?!! ““ Eh… Vieza, Eh… Vieza lagi, kamu koq ninggalin aku seh Nad??? Tadi tuh aku kerumahmu tapi kata kakakmu, kamu baru aja berangkat!!! ““ Mmm…Sorry deh, abis kamu lama seh “.“ iiihh… kan udah aku bilang tunggu sampai aku datang?!! ““ iya…iya…sorry, udah donk jangan marah marah terus, kaya nenek – nenek aja!!! .“ enak aja! Kamu tuh yang kaya nenek – nenek!!! “ jawab Vieza dengan tampang kesalnya.
Melihat Vieza mau marah-marah lagi, akupun berlari meninggalkan Vieza menuju kelas dan duduk ditempatku, Vieza pun berteriak – teriak sambil berlari-lari kecil kearahku dan melanjutkan ocehan – ocehan yang tadi tertunda. Aku dan Vieza bersahabat sejak duduk di SMP kelas 1 hingga duduk di SMP kelas 2. Orang tuaku sangat akrab dengan Vieza, begitupun sebaliknya. Sudah seperti saudaraku sendiri.
****
“Faza… Fara… “ panggilku.
“ ya Nad, ada apa?!! “ jawab Faza.
“ nanti pulang bareng ya!!! “ajakku padanya.
“ oh itu, liat nanti aja ya!!! “ jawab Faza.“ oce dehh, Mmm… tapi besok berangkat bareng lagi ya??? Aku tunggu kalian berdua di tempat tadi, oce?!! “. “ oceee…!!! “ jawab mereka berdua dengan kompak.
Semenjak kami sering pulang dan berangkat sekolah bersama, kami menjadi semakin akrab. Tidak hanya pulang dan berangkat sekolah saja kami bersama tetapi kemanapun dan acarapun kami selalu terlihat bersama. Dan sejak saat itulah satu persahabatan dalam hidupku tersulam kembali.
****
****
koq Faza, Vieza dan Fara agak beda ya?? Apa mereka sedang ngerjain aku ya?!! “ suara hatiku berkata saat aku duduk termenung dikelas yang masih kosong.
“ Mmm… mungkin hanya perasaan aku saja kali ya?!! “ ujarku dalam hati.
Aku merasa beberapa hari ini Faza, Vieza dan Fara agak cuek kepadaku. Mungkin karena sebentar lagi hari ulang tahunku. Padahal aku merasa karena mereka cuek kepadaku.
“ Eh Nad… bengong aja kamu!!! “ ujar Fara membuyarkan lamunanku.
“ ah nggak koq!!! ““ iya Nad, besok hari minggu teman – teman sekelas ngajakin kita lari pagi bareng. Kamu ikut kan? “ Tanya Vieza.
“ ga tau deh, lihat besok aja ya?!! MALEEZZ tau, masa liburan gini masih keluar juga…! Acara kelas lagee!!! ““ Nad pokoknya kamu harus ikut, kalau ngga’ ikut dapet hukuman loh. “ Ujar Faza menakutiku.
“ Memangnya anak SD… masih ada hukuman, udah pokoknya lihat bezok aja deh, ya.. ya..!!! “.“ YOII !!! “ jawab Fara dengan singkat.
Aku sudah menduga pasti mereka merencanakan sesuatu untukku esok hari. Aku merasa sangat penasaran dan agak sedikit takut.
“ Aduh aku datang nggak ya besok??? Pasti mereka balas dendam ke aku karena kemarin yang ngerjain mereka adalah aku!!! “ ucapku dalam hati.
“ udah deh lihat besok aja…! Kalau aku dijemput ya aku pergi, tapi kalau aku ga dijemput ya aku nggak pergi!!! “ kataku dalam hati lagi dengan memejamkan mata untuk tidur walaupun dengan sedikit perasaan gelisah.
Tik…Tok…Tik…Tok…, tepat jam 12 malam tiba – tiba aku terbangun karena mendengar suara Hpku berdering. Akupun dengan segera mengangkatnya.
“ Assalamu’alaikum… “ sapaku.Tak ada jawaban dari seberang.
“ Hallooo… “ aku menyapa sekali lagi.
Masih tidak ada jawaban jawaban juga.
“ HAPPY BIRTHDAY TO U,HAPPY BIRTHDAY TO U,HAPPY BIRTHDAY,HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY NADIA…!!!
Terdengar nyanyian dari seseorang di seberang sana.
“thanks ya!!! “ aku terharu.
“ Met ultah Nadia! Ke14 ya? Semoga kamu tambah dewasa, tambah cantik dan tambah pintar!!! “ ujar Vita.
“ Pasti..!! “jawabku
“ Nad sorry neh aku ga bisa telepon kamu lama – lama soalnya aku ngantuk! Kamu met tidur ya Nad, sorry ganggu, bye Nadia…!!!”dengan manja vita menutup telfonnya.
“ Bye!!! “
Vita adalah kakak kelas disekolahku. Dia sangat baik kepadaku tetapi sejak ia lulus aku jarang sekali bertemu dengan dia mungkin bisa dibilang tidak pernah lagi. Ya… mungkin dia sibuk dengan kegiatan barunya.
****
****
Iiihh.. Alarm berisik banget seh!!! Kan masih ngantuk?!! “ gerutuku.
Akupun segera bangun dan beranjak merapikan diri. Walaupun berat dan malas sekali rasanya tetapi pagi ini aku harus pergi karena sudah mempunyai janji untuk lari pagi bersama teman sekelasku. Walaupun aku tahu kalu hari ini mereka sudah mempunyai rencana untuk mengerjaiku.
“ Assalamu’alaikum…!!! “
“ Wa’alaikumsalam… “ jawabku sambil membukakan pintu.
“ Hey Nad?!! “
“ Hey! “
“ Gimana udah siap belum? Teman – teman sudah nunggu kamu tuh!!”
“ Iya.. Iya.. sabar donk!!! “ kataku sambil melangkahkan kakiku kearah timur.
Ternyata teman – teman sekelasku tidak datang semua pagi ini dan ternyata dugaanku tentang semua itu salah, mereka tidak mengerjaiku. Aku merasa sangat senang. “ Upss.. tapi tunggu sebentar, sebuah telur mendarat dengan tepat diatas kepalaku!!! “ Akupun berteriak dan mengejar-ngejar Faza dan teman yang lainnya. Merekapun semua berlari menjauhiku.
****
****
" Assalamua’laikum…!!! Faza… Faza… “ Ucapkku setelah sampai didepan pintu rumahnya. “Wa’alaikumsalam… ohh… Nadia, ayo masuk dulu Nad!!! “. Faza mempersilahkan aku masuk kedalam rumahnya.
“ Tunggu sebentar ya nad, aku mau siap – siap dulu, nanti bila Fara dan Vieza datang kita bisa langsung berangkat kesekolah..! “
“ iya.., tapi jangan pake lama, nanti aku jamuran lagi?!! “ jawabku sambil tersenyum kecil.
Tidak lama setelah Faza berseragam sekolah rapi, Fara dan Vieza pun datang. Aku dan Faza segera keluar rumah dan memakai sepatu dengan cepat.
“ yoo.. kita berangkat “ ucap Faza setelah kami berpamitan dengan orang tuanya.
Lalu kami bertiga menganggukan kepala dengan serempak sambil tertawa.
Diperjalanan menuju sekolah, seperti biasa kami berempat bercerita dan bercanda tanpa merasakan teriknya matahari yang menyengat tubuh, karena kami terlalu asyik dengan candaan konyol Faza yang membuat perut kami terasa sakit. Alangkah senangnya kami setiap hari seperti ini, selalu bersama – sama. Ketika angkutan umum yang kami tumpangi sudah mengantarkan sampai tujuan dan pergi berlalu. Tiba – tiba Fara berbicara dengan kerasnya dan membuat aku, Vieza dan Faza kaget.
“ HEYY!!! Udah jam 07.10 loh!!! “ Fara berusaha memberi tahu bahwa kami sudah terlambat masuk sekolah.
Kami berlari – lari saling mendahului, sambil tertawa dan berbicara,
“ tungguin donk, jangan cepat – cepat?!! “.
Huh… lelahnya kami setelah berlari-larian. Kami berjalan perlahan menuju kelas dan sampailah didepan pintu kelas, lalu mengetuk pintu dan membuka dengan mengucapkan salam, lalu mencium tangan guru yang memang sudah duduk lebih awal sebelum kami datang.
Kami mengawali hari dengan terlambat masuk sekolah yang memang bisa di bilang ritinitas kami setiap harinya. Dan sekarang waktunya kami memandangi papan tulis yang penuh dengan huruf dan berbaris membuat shaf dan banjar. 1 jam, 2 jam, 3 jam, begitu bosannya kami belajar, hingga akhirnya bel istirahatpun berbunyi.
“ Akhirnya istirahat juga…!!! “. Kataku dalam hati.
“ Nad, Far, Vie keluar yoo, Laperr nehh!!! “ ajak Faza.Kami pun berdiri lalu berjalan keluar kelas menuju tempat yang bisa menghilangkan rasa lapar dan haus.
“ Makan… Makan…!!! Kita mau makan apa neh??? “ Tanya Faza dengan bawelnya dan ketidak sabaran dia menunggu jawaban kami.
“ Terserah deh “ ucap Vieza dengan singkatnya.
Tanpa menunggu jawaban dari aku dan Fara, Faza pun mengambil bakwan dan memasukkannya kedalam mulut, lalu dilanjutkan Fara, aku dan Vieza. Setelah selesai makan, kami pun beranjak menuju perpustakaan untuk meminjam novel.
Waktu istirahat pun berakhir. Kami berempat memasuki kelas yang memang sudah ramai dengan teman – teman sekelas kami. Melanjutkan pelajaran yang tertunda. Iseng – iseng saat guru menjelaskan, aku menjaili Faza dengan mengikat ujung jilbabnya. Teman – teman yang berada dibelakangku tertawa – tawa dan berkata “ Dasar Jail?!! “. Aku hanya senyum – senyum kecil saja karena takut Faza menyadarinya. Bel pulang berbunyi, waktu kami pulang. Menaiki angkutan umum bersama, lalu berpisah ditengah perjalanan.
“ aku duluan ya…!, Bye…bye….!!! “ ucapku sambil melambaikan tangan kepada Fara, Vieza dan Faza.
Selama ini kami selalu bersama, baik susah maupun senang kami lewati bersama dan kami bersahabat cukup lamanya. Tetapi kenapa sudah beberapa hari ini, aku merasa persahabatan kami agak merenggang. Aku bersama dengan Fara sedangkan Faza bersama dengan Vieza. Aku merasa ada pembatas antara kami. Kepercayaan sedikit hilang. Banyak hal yang aku dan Fara sembunyikan ataupun sebaliknya Faza dan Vieza. Aku merasa cukup kehilangan dan sedih.
“ Ada apa dengan persahabatan kami saat ini?? “ tanyaku dalam hati.
“ apa penyebab ini semua, apakah bisa kami seperti dulu lagi, bercanda tawa dengan lepasnya tanpa adanya pembatas antara kami? “ sekali lagi aku bertanya pada diriku, tetapi sampai saat ini aku belum mendapatkan jawabannya.
Kupandangi foto dalam bingkai, foto kami berempat. Aku, Fara, Vieza dan Faza. Sungguh satu persahabatan dalam hidupku yang begitu indah dan mengasyikan. Satu hal yang kusesali saat ini.
“ mengapa aku harus egois dan diam saat melihat persahabatan ini hancur??! “ sesalku dalam hati.
Perjalanan hidup memang panjang. Membawa pertemuan dan perpisahan. Hari ini aku bertemu, besok aku berpisah. Namun seiring waktu berjalan kita tetap harus menjalani hidup ini dan memikirkan tujuan masa depan kita. Walaupun persahabatan ini bukan yang pertama bagiku, tetapi satu persahabatan inilah yang dapat membuat hari – hari dalam hidupku menjadi lebih bermakna. . Aku segera bersandar. Merehatkan badan yang di serang keletihan. Memejamkan mata.,seraya berdoa di dalam hati
“Ya Allah, Kau berkati dan rahmatilah persahabatan kami ini. Jadikanlah persahabatan ini kekal sehingga hari kami menghembuskan nafas akhir kelak. Kata orang persahabatan dan cinta itu adalah dua perkara yang berbeza dalam kehidupan ini. Kedua-duanya sama penting dalam hidup ini. Hidup tidak akan sempurna tanpanya. Entah! Bagi aku, kedua-duanya adalah sama. Nilainya punyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia. Apa pun, aku mengerti bahawa cinta bukan mudah untuk dipaksa. Persahabatan pula akan berkembang mekar andainya sentiasa bersifat tulus, ikhlas dan jujur”.
Sesaat aku terdiam,ku buka buku diary dan’s love ku yang selalu menjadi teman curhat bagikuku, ku tuliskan sebuah anganku,,tak ku sangka air mataku mulai menetes saat bayang-bayang masa lalu yang indah terkenang dalam fikiranku.
Aku tak sanggup kalian pergi sobat,,,,
Andai waktu dapat berputar,aku akan selalu menjaga persahabatan kita.Tak kan ku biarkan semuanya berakhir.
Vieza,Fara,Faza.aku ingin kalian kembali.Aku tak bisa lupakan kalian. Kalian telah merubah hidupku,telah mengajarkanku apa arti kebersamaan.
Dan’s love
“Mencari yang indah dihatiku”
Sesuatu yang dulu pernah ada dihatiku, kini hilang tak berbekas. Entah kemanakah ia pergi, kucoba tuk mencarinya kembali untuk dapatkan keindahan yang pernah ia berikan. Sungguh aku merindukannya, dia selalu sejukkan hatiku. Mungkin memang ini yang seharusnya aku terima. Aku telah sakitinya, terlalu menyakitinya. Dan kini aku kehilangannya lebih dari sakit yang ia rasakan dulu. Aku merenung akan semua ini. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan saat ini. Tuhan jika dia memang izinkan aku untuk mancari yang indah dihatinya lagi, takkan ku sia-siakan kesempatan itu.
Sobat, aku ingin kau kembali. Aku sungguh menyayangimu.
Aku hanya berharap semoga suatu saat kebersamaan kita akan dapat bersemi kembali. Vieza,Fara dan Faza,nama-nama itu yang sudah mengajarkan kepadaku arti kebersamaan. Meskipun sekarang jarak telah memisahkan kita, tetapi namamu akan selalu terukir indah di hatiku.
“WISH ALL YOU THE BEST”
“TAMAT”










0 komentar:
Posting Komentar