senyum itu ada dalam hariku….
kini hilang..
telah musnah semuanya….
bersama kepergianku…darimu….
cinta ini selalu ada….
setia ini akan ada….
bersama kepergianku..
darimu…..
luka ini…
air mata ini…
penyesalan ini…
kan kubawa bersama kepergianku
Sampai kapan aku akan terus seperti ini
Melewati malam sunyi tiada arti
Aku ingin lepas dari belenggu jiwa
Melewati hari penuh bahagia
Namun engkau slalu ada disetiap hayalku
Mengisi kosongnya waktu yang membisu
Membuat aku semakin tak mampu jauh darimu
Sungguh aku tak sanggup melupakanmu
Aku tak sanggup melupakanmu
Hingga sampai nanti cintaku kan slalu abadi
Karena hanya engkaulah yang bermain di hati
Mungkinkah suatu saat tuhan kan merubah semua ini
Menyatukan kita kembali …. Membuat kita semakin tegak berdiri
Dan engkau slalu ada disetiap hayalku
Mengisi kosongnya waktu yang berlalu
Membuat aku semakin tak mampu jauh darimu
Sungguh aku tak sanggup melupakanmu
Aku tak sanggup melupakanmu
Sampai kapan aku akan terus seperti ini
Melewati malam sunyi tiada arti
, . Di antara kerinduan
Menerpa bayang malam
Bias cahaya Sang Bulan
Pantulkan ke Indahan
. , . Lenggok dedaun bagai penari
Melenggok gemulai
Di terpa sepoi angin malam ini
Ku terdiam di tepian sunyi
Teteskan butiran bening dari kelopak mata hati
. , . Ku merindunya dengan harap pasti
Dia kan kembali untuk ku nanti
. , . Kasih
Ku masih disini
Menunggumu tiada henti
Ku tetap tegar hingga kau kembali
Walau badai menerjang
Anging menampar
Hujat kata membuat ku terkapar
Harus mulai dari mana?
Yah, pertanyaan ini tiba-tiba saja
muncul dikepalaku. Bagaimana caranya mengungkapkan rasa kekagumanku
padanya. Hanya bisa memandangnya dari jauh, yaaaaah,, mungkin jantungku
berdebar-debar jika aku tiba-tiba saja berpapasan dengannya. Mungkin
semua orang seperti itu jika sedang jatuh cinta,, hehehe,,
Awal
mula aku mengenalnya semenjak aku bekerja sebagai staff di sebuah
perusahaan pertambangan di kotaku. Dengan tekad yang bulat, aku harus
tinggal di mess dengan anak-anak perempuan yang lain. Sebagian besar
waktuku dihabiskan dsana, hanya hari Sabtu dan Minggu aku baru bisa
balik ke kota asalku. Hfffft,,, berat rasanya harus jauh dari
keluargaku, apalagi sebagai bungsu, aku terbiasa dengan segala
sesuatunya sudah siap tersedia sekarang aku harus bisa hidup mandiri.
Fightiiing…. >: )
Dan, akupun untuk pertama kali melihat
dirinya. Ketika aku sedang makan siang di kantin. Jantungku seperti
biasa berdegup dengan kencangnya. Yaah.. mudahan saja temanku yang ada
disampingku tak merasakannya. Aku pun berusaha untuk tenang dan tak
terlihat canggung. Aku harus bisa menjaga perasaan ini, karena aku
tidak mau semua teman kerjaku mengetahuinya. Haaaah,, bisa jadi
bulan-bulanan aku dengan mereka..
